Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian atau kenaikan tarif listrik bagi seluruh golongan pelanggan PT PLN (Persero) selama periode Triwulan IV (Oktober–Desember) 2025. Keputusan ini memastikan bahwa tarif listrik yang berlaku per 1 Desember 2025 akan sama dengan tarif yang berlaku pada triwulan sebelumnya.
Baca Juga : Panduan Lengkap Melatih Kucing Peliharaan Merespons Namanya Sendiri
Plt. Dirjen Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penetapan tarif tetap ini diambil sebagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. “Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik,” ujar Tri Winarno.
Kebijakan Tariff Adjustment dan Pengecualian
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment), penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi seharusnya dilakukan setiap tiga bulan. Penyesuaian ini mengacu pada realisasi perubahan empat parameter ekonomi makro utama:
- Kurs Dolar AS terhadap Rupiah
- Indonesian Crude Price (ICP)
- Tingkat Inflasi
- Harga Batubara Acuan (HBA)
Meskipun realisasi parameter ekonomi makro Triwulan IV 2025 secara hitungan teknis seharusnya memicu kenaikan tarif listrik, pemerintah memilih untuk menahan penyesuaian tersebut. Dengan demikian, tarif listrik nonsubsidi tidak mengalami kenaikan, dan pelanggan subsidi tetap menerima subsidi listrik secara penuh.
Rincian Tarif Listrik Berlaku per 1 Desember 2025
Berikut adalah rincian lengkap tarif listrik PLN yang berlaku mulai 1 Desember 2025 untuk seluruh golongan pelanggan, baik subsidi maupun nonsubsidi (dalam Rupiah per kilowatt-hour/kWh):
1. Pelanggan Rumah Tangga
| Golongan | Daya (VA) | Keterangan | Tarif (Rp/kWh) |
| Bersubsidi | R-1/TR 450 VA | 415 | |
| Bersubsidi | R-1/TR 900 VA | 605 | |
| Nonsubsidi | R-1/TR 900 VA RTM | Rumah Tangga Mampu | 1.352 |
| Nonsubsidi | R-1/TR 1.300 VA | 1.444,70 | |
| Nonsubsidi | R-1/TR 2.200 VA | 1.444,70 | |
| Nonsubsidi | R-2/TR 3.500–5.500 VA | 1.699,53 | |
| Nonsubsidi | R-3/TR > 6.600 VA | 1.699,53 |
2. Pelanggan Bisnis
| Golongan | Daya | Keterangan | Tarif (Rp/kWh) |
| Nonsubsidi | B-2/TR 6.600 VA–200 kVA | Kecil | 1.444,70 |
| Nonsubsidi | B-3/TM, TT > 200 kVA | Menengah/Besar | 1.114,74 |
3. Pelanggan Industri
| Golongan | Daya | Keterangan | Tarif (Rp/kWh) |
| Nonsubsidi | I-3/TM > 200 kVA | 1.114,74 | |
| Nonsubsidi | I-4/TT > 30.000 kVA | 996,74 |
4. Pelayanan Pemerintah, Fasilitas Umum, dan Sosial
| Golongan | Daya | Keterangan | Tarif (Rp/kWh) |
| Pemerintah | P-1/TR 6.600 VA–200 kVA | 1.699,53 | |
| Pemerintah | P-2/TM > 200 kVA | 1.522,88 | |
| Penerangan Jalan | P-3/TR | Penerangan Jalan Umum | 1.699,53 |
| Layanan Sosial | S-1/TR 450 VA | 325 | |
| Layanan Sosial | S-2/TM > 200 kVA | 925 |
Secara umum, keputusan untuk mempertahankan tarif ini menjadi dukungan fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi domestik.
